Olimpiade Sains Nasional (OSN)

A. LATAR BELAKANG OLIMPIADE SAINS NASIONAL

Salah satu arah kebijakan program pembangunan pendidikan nasional dalam bidang pendidikan salah satunya adalah mengembangkan kualitas sumber daya manusia sedini mungkin, secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai usaha proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal. Misi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem dan iklim pendidikan national yang demokratis dan bermutu, guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Mutu sumber daya manusia suatu bangsa tergantung pada mutu pendidikan. Dengan berbagai strategi, peningkatan mutu diarahkan untuk meningkatkan mutu siswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dasar, penguasaan bahasa asing dan penanaman sikap dan perilaku yang mencerminkan budi pekerti. Era globalisasi memberikan inspirasi positif dalam masyarakat internasional. 

Sebagai bagian dari masyarakat internasional, masa depan Indonesia sangat membutuhkan kemampuan kompetitif di kalangan pelajar untuk bersaing secara sehat dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah memfasilitasi kegiatan kegiatan yang mengarah pada kreativitas siswa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu dengan lomba-lomba baik yang berskala nasional seperti Olimpiade Sains Nasional maupun tingkat international seperti International Physics Olympiad (IPhO), International Chemistry Olympiad (IChO), International Mathematics Olympiad (IMO), International Biology Olympiad (ISO), International Olympiad in Informatics (IOF) dan International Astronomy Olympiad (IAO).  

Pada Olimpiade tingkat intemasional (SMA), siswa-siswi yang menjadi duta Indonesia telah berulangkali memperoleh prestasi yang sangat membanggakan. Ibaratnya hal tersebut dapat menjadi penyejuk di tengah keterpurukan dunia pendidikan di Indonesia. Prestasi duta-duta Indonesia tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. 

REKAPITULASI PRESTASI INDONESIA PADA OLIMPIADE TINGKAT INTERNASIONAL SAMPAI DENGAN TAHUN 2009 

untitled

Olimpiade Sains Nasional tingkat SMP merupakan langkah awal bagi siswa-siswi SMP yang berbakat yang nantinya diharapkan terus mengikuti Olimpiade di tingkat SMA. Olimpiade Sains Nasional tingkat SMP yang telah dirintis sejak tahun 2003 juga merupakan salah satu wadah strategis untuk merealisasikan paradigma pendidikan yang telah disebutkan di atas. Pelaksanaan olimpiade secara berkelanjutan akan berdampak positif pada pelaksanaan proses pembelajaran sehingga menjadi lebih kreatif dan inovatif. Pada gilirannya, siswa akan memiliki kesempatan mengembangkah seluruh aspek kepribadian dan kemampuannya melalui pembelajaran yang kreatif, efektif dan menyenangkan.

 B. BEBERAPA HAL MENGENAI OLIMPIADE FISIKA SMP

Olimpiade Sains Nasional SMP khususnya untuk bidang studi Fisika masih sangat perlu disosialisasikan kepada siswa, orangtua siswa, guru, pengawas, Dinas Pendidikan dan berbagai pihak yang terkait. Kenyataan yang ditemui di lapangan menunjukkan bahwa informasi tentang olimpiade masih sangat minim sehingga tujuan olimpiade yang intinya adalah penjaringan siswa yang berbakat dalam bidang Fisika masih belum dapat dilakukan secara optimal. 

Secara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Fisika dan Sains secara komprehensif melalui penumbuhkembangan budaya belajar, kreativitas dan motivasi meraih prestasi terbaik melalui kompetisi yang sehat serta menjunjung nilai-nilai sportivitas. Sedangkan tujuan khusus yang diharapkan dari pelaksanaan OSN adalah:

  1. Menyediakan wahana bagi siswa SMP untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang Fisika dan Sains sehingga dapat berkreasi serta melakukan inovasi sesuai kemampuannya.

  2. Memotivasi siswa SMP agar selalu meningkatkan kemampuan intelektual, emosional dan spiritual berdasarkan norma-norma yang sehat sehingga dapat memacu kemampuan berpikir nalar.

  3. Menumbuhkembangkan suasana kompetitif yang sehat di kalangan siswa SMP.

  4. Meningkatkan wawasan pengetahuan, kemampuan, kreativitas serta menanamkan sikap disiplin dan kerja keras untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

  5. Meningkatkan kecerdasan bangsa dan kesadaran ilmiah untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi masa yang akan datang. 

Olimpiade Sains Nasional SMP merupakan kegiatan rutin yang sudah diagendakan secara tahunan oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dalam hal ini adalah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Segala hal dan aturan mengenai pelaksanaan olimpiade mengacu kepada aturan yang dikeluarkan oleh Direktorat PLP melalui Panitia Olimpiade Sains Nasional SMP. 

Olimpiade ini terbuka dan dapat dlikuti oleh siswa-siswi SMP atau Madrasah Tsanawiyah baik negeri maupun swasta, dengan syarat siswa-siswi tersebut tercatat masih duduk di bangku kelas I atau II SMP. Dengan demikian siswa kelas III SMP tidak diperbolehkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan Olimpiade Sains SMP ini. Untuk siswa siswi yang ketika kelas II SMP telah mewakili propinsi masing-masing dalam ajang OSN tingkat nasional, mereka ketika kelas III SMP dapat mengikuti ajang Fisika OSN tingkat SMA. Yang berarti siswa kelas III SMP dapat berkompetisi sejajar dengan siswa kelas I dan II SMA!!

 Kegiatan Olimpiade ini merupakan rangkaian kegiatan yang berjenjang sejak dari seleksi tingkat sekolah, kabupaten/kota, propinsi sampai ke Olimpiade Sains Nasional. Depdiknas menjadi penanggungjawab dan pembuat soal seleksi tingkat kabupaten/kota sampai dengan OSN, sedangkan untuk tingkat sekolah menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah. Seleksi tingkat sekolah bebas diadakan setiap saat dan bertujuan untuk memilih wakil sekolah tersebut yang akan diikutkan ke seleksi tingkat kabupaten/kota. Seleksi tingkat kabupaten/kota dilaksanakan melalui tes tertulis (60 soal pilihan ganda). Seleksi ini diadakan pada bulan April. Peserta Olimpiade tingkat kabupaten/kota adalah peserta perwakilan dari sekolah. Selanjutnya seleksi tingkat propinsi dalam bentuk tes tertulis (45 soal isian singkat dan 15 soal uraian) dan diadakan bulan Juni. Peserta Olimpiade tingkat propinsi adalah peserta yang terpilih dari seleksi tingkat kabupaten/kota. Puncak dari kegiatan ini adalah Olimpiade Sains Nasional (Fisika) yang dilaksanakan melalui tes tertulis dan experimen dalam tiga hari (5 soal uraian hari I, dan 2 soal experimen hari II dan III). Olimpiade Sains Nasional dilaksanakan rutin setiap tahun pada bulan Agustus diberbagai propinsi di Indonesia. Adapun medali yang diperebutkan adalah 5 medali Emas, 10 medali Perak dan 15 medali Perunggu setiap tahunnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: